• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Minggu, Maret 15, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Dialog Tantangan Agama dan Kebangsaan di Era Post Truth

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
10 Januari, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
2
Dialog Tantangan Agama dan Kebangsaan di Era Post Truth

Dialog Suluh Kebangsaan (Dok Fikar)

Share

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan pengantar Dialog Kebangsaan Lintas Agama bertajuk “Tantangan Agama dan Kebangsaan di Era Post Truth”. Dadang mengatakan bahwa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan sudah multikultural. Negeri ini  terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, bahkan agama.

“Dialog semacam ini perlu dilakukan diantara kita, karena kita bisa memahami betul bangsa Indonesia itu ditakdirkan Tuhan sebagai bangsa yang multikultur, yang sangat pluralis, yang sangat beragam,” katanya di Aula KH Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Agenda dialog tersebut merupakan kerja sama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Gerakan Suluh Kebangsaan yang diketuai oleh Mahfud MD. Turut hadir menjadi narasumber yaitu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Siti Ruhaini Dzuhayatin, dan Tokoh Lintas Agama Romo Beny Susetyo.

“Saking multikulturalnya kalau tidak dijaga, Indonesia mungkin akan sangat sulit menjadikannya satu kesatuan potensi untuk pengembangan dan kemajuan,” ungkap Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati itu.

Akan tetapi menurut Dadang, Allah Swt memberikan Indonesia satu tanah air yang sangat indah sehingga melahirkan karakter-karakter manusia yang sopan, sangat terbuka, ramah.

Dialog kebangsaan, masih menurut Dadang, perlu terus dilakukan. Apalagi di era post truth seperti sekarang ini yang menjadikan hoax terus merajalela. “Ini yang harus kita waspadai agar jangan terjadi kesalahpahaman dan kesalahpengertian di antara kita,” pungkasnya. (Riz)

Tags: Dadang KahmadmuhammadiyahPost TruthSuluh Kebangsaan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Terapkan Disiplin dengan Selempang

Terapkan Disiplin dengan Selempang

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In