SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Wakil Presiden Republik Indonesia Drs Muhammad Jusuf Kalla menghadiri puncak peringatan Milad ke-28 Tahun Universitas Aisyiyah Yogyakarta di Hall lantai dasar gedung B Kampus Terpadu UNISA pada Kamis (10/10). Hadir pula dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Ketua Umum PP Aisyiyah Dra Siti Noordjannah Djohantini MM MS dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X.
Pada puncak perayaan Milad 28 Tahun UNISA dengan Kuliah Kebangsaan dengan tema ‘Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk kemajuan Bangsa’ oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sabagai pembicara itu sendiri.
Rektor UNISA, Warsiti SKp MKep SpMat merasa bangga atas kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Drs M Jusuf Kalla. Menurut Warsiti Kuliah Kebangsaan ini sebagai Puncak Perayaan Milad ke-28 UNISA dan juga sebagai penyambutan mahasiswa baru tahun akademik tahun 2019/2020. Di tahun ketiga UNISA sebagai Universitas telah memiliki 3 Fakultas dan 20 Program Studi dengan jumlah total 6.104 Mahasiswa.
“Kuliah kebangsaan ini mengambil tema ‘Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk kemajuan Bangsa’ UNISA berkeyakinan sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi unggul, tidak sekedar pintar dan terampil, tetapi juga memiliki pemahaman dan wawasan kebangsaan serta aktif berkontribusi memikirkan dan menyelesaikan permasalahan bangsa,” terang Warsiti.
Wapres Jusuf Kalla mengungkapkan apresiasi terhadap UNISA dan Aisyiyah dengan hadirnya kampus yang sangat baik dan sebagai amal ibadah bagi semua yang terlibat di dalamnya. Tak hanya itu, mengingat Aisyiyah Jusuf Kalla merasa terharu, karena ketika berbicara mengenai Aisyiyah selalu teringat dengan ibunya yang juga dahulu aktif di Aisyiyah Makssar saat mudanya.
“Universitas yang pimpinan dan mahasiswanya sebagian besar perempuan, tentu luar biasa karena ini merupakan kemajuan dan langkah-langkah yang baik untuk mendidik kita semua,” ujar JK.
JK menambahkan bahwa kemajuan suatu bangsa itu dilihat dari bagaimana bangsa tersebut mengelola sumber daya manusia yang ada. Ia memberikan contoh, Singapura dan Jepang merupakan negara yang minim memiliki sumber daya alam, akan tetapi dapat mengelola sumber daya manusianya dengan baik.
Ketua PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, baginya kehadiran Wakil Presiden memberikan semangat bagi Aisyiyah sebagai organisasi perempuan terbesar. Dari semangat tersebut akan menjadi sebuah ikhtiar dan berkontribusi bersama-sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Seperti bapak Wakil Presiden ketahui bahwa kami memiliki Amal Usaha dari tingkat PAUD, Taman Kanak-kanak Aisyiyah, yang sampai saat ini jumlahnya kurang lebih 20.000 PAUD di Indonesia, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke termasuk di daerah-daerah tertinggal. Selain dari itu kami juga akan mengusahakan Universitas Aisyiyah yang kedua maupun yang ketiga,” ungkap Noordjanah. (dnx/riz)






