• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Membangun Kampus Muhammadiyah dengan Pemikiran Besar

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
26 Februari, 2020
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dapat tumbuh dari kecil menjadi besar dikarenakan kemampuan membangun para pimpinannya.

“Muhammadiyah kultur membangunnya itu kuat, sehingga kita harus punya gagasan untuk menjadikan PTMA sebagai center of excellent dan pusat kemajuan atau keunggulan, itu tidak lain kita harus punya kemampuan membangun,” ungkapnya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Haedar Nashir menyampaikan hal tersebut saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Leadership Training Angkatan 5. Diadakan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Senin (24/2).

Menurut Haedar, pemimpin harus memiliki prinsip untuk menyelamatkan keadaan di saat genting. Pemimpin juga harus memiliki kapasitas untuk membangun sesuatu dan hal tersebut memerlukan visi, pemikiran serta kemampuan.

Kemudian, Haedar Nashir mengingatkan tentang disrupsi yang bukan hanya sekadar beralih kepada revolusi industri 4.0. Yaitu ketika teknologi menjadi bagian dari segenap denyut kehidupan yang tak terbantahkan, apalagi telah menggeser perilaku keseharian. Oleh karena itu, menghadapai era ini adalah dengan melahirkan kemampuan diatas rata-rata atau mengajak untuk semakin berkerasi dan berinovasi.

Haedar berharap kepada para pimpinan baik yang berada di Pendidikan Tinggi Muhammadiyah atauapun ‘Aisyiyah harus tetap menjadi pendidik, meskipun disisi lain tetap menjadi manajer atau leader. Oleh sebab itu, Hardar menekankan bahwa, tugas utama penyelenggara pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa.

“Muhammadiyah sebagai garda terdepan pembaharuan, maka dari perguruan tingginya harus lahir pemikiran-pemikiran besar jika umat memerlukannya. Sehingga harus mampu menghasilkan akademisi yang juga intelegensia, yang berfikirnya betul-betul memberi pencerahan. Maka thinking culture seperti ini harus dibangun,” ungkap Haedar.(PPMuh/Riz)

Tags: leadershipMajelis Dikti Litbangmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
HM Yunus Anis

KH Muhammad Yunus Anis: Ketua PP Muhammadiyah yang Berkiprah di Berbagai Daerah

  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In