• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Perpisahan yang Tidak Diharap

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
23 Mei, 2020
in Beranda
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

Abdul Muin Malilang

Cahaya mentari perlahan mulai merayap di cakrawala ufuk barat. Ia akan menghantarkan seberkas cahaya akhir bulan agung Ramadhan 1441 H. Balutan gemerlap itu seakan berpamitan dengan manusia muslim seluruh jagad yang barusan ia bersamai selama tiga puluh hari.

Baca Juga

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Khutbah Idul Fitri: Tiga Pilar Prilaku Muslim Pasca Ramadhan

Semburan cahayanya sedikit demi sedikit mulai meredup dari  hamparan langit biru. Dan langit pun seolah enggan melepas kepergiannya. Langit bagai bersedih berpisah dengan cahaya keagungan. Di saat berbagai jenis fauna kembali ke sarang dan sangkar untuk beristirahat, bersamaan itu pula aneka flora kembali dalam dekapan malam, ketika itulah suara para mu’adzin terdengar menggelegar melalui pegeras suara dari menara masjid dan mushalla. Artinya, waktu maghrib telah tiba. Makna hakikinya,  Ramadhan 1441 H. telah berlalu.

Kepergian Ramadhan ditangisi oleh kaum beriman, karena merasa begitu kehilangan momentum emas untuk ber-tazkiyatun nafs. Pupus  sudah waktu melipatgandakan ganjaran kebajikan, sirna sudah bulan pembakaran aneka dosa, salah dan khilaf. Bulan yang begitu dirindu nurani insan humanistik dan imani, karena kesadaran akan tumpukan dosa yang demikian menghantui.

Sementara di sisi lain, kebajikan dan kesyukuran kita atas segala nikmat dari Allah SWT begitu minimalis. Bahkan syukur nikmat demikian kita abai, sedangkan kufur nikmat demikian terpelihara. Perbedaan antara keduanya begitu terjal.

Kini, orang-orang yang mengisi bulan Ramadhan dengan baik, sedikit memiliki perasaan gembira bercampur rindu. Namun bagi yang agak menyia-nyiakannya, relung hatinya mungkin diliputi penyesalan dan hanya dapat mengidamkan bertemu dengan Ramadhan 1442 berikutnya. Sebuah pertemuan yang masih dibingkai tanda tanya.

Selamat jalan syahrun mubarak. Semoga kita dapat memelihara amal kebajikan selama Ramadhan seraya berharap pula Allah SWT. masih berkenan mempertemukan kita di tahun 1442 H.

Tags: idul fitriramadhan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Ajaran Leluhur
Khutbah

Khutbah Idul Fitri: Tiga Pilar Prilaku Muslim Pasca Ramadhan

11 Maret, 2026
I’tikaf Jadi Jalan Menemukan Kejernihan di Tengah Krisis Global
Berita

I’tikaf Jadi Jalan Menemukan Kejernihan di Tengah Krisis Global

11 Maret, 2026
Next Post
Pengalaman beragama menjelang Hari Raya: Mendengarkan Suara “Tidur”

Pengalaman beragama menjelang Hari Raya: Mendengarkan Suara “Tidur”

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In