• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Jumat, April 17, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Cerita Suka Duka Berpuasa di Taiwan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
5 Mei, 2021
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cerita Suka Duka Berpuasa di Taiwan
Share

TAIWAN, Suara Muhammadiyah – Menjalankan ibadah puasa di negara orang tentu menjadi pengalaman tersendiri, apalagi di tengah kondisi pandemi. Utamanya bagi minoritas yang ada di negara orang. Banyak hal yang biasanya mudah dijumpai di tanah air, namun berubah menjadi sangat sulit ditemukan jika berada di negara lain. Hal itu juga yang dialami oleh mahasiswa Magister Asia University Taiwan, Adjar Yusrandi Akbar.

Adjar menceritakan bahwa tahun ini salat tarawih sudah boleh dilaksanakan di Taiwan, mengingat tahun lalu pandemi masih melanda. Selain itu, ia patut bersyukur karena tak perlu lagi melakukan perjalanan sejauh sepuluh kilometer untuk menjumpai masjid. Pasalnya, komunitas mahasiswa muslim di Asia University berhasil melobi kebijakan kampus untuk menyediakan tempat ibadah khusus bagi umat muslim.

Baca Juga

UMM-KEK Singhasari Jajaki Kerjasama dengan Pemerintah Western Australia

UMM Support Ratusan Unit Lampu Taman di Jalan Idjen Malang

“Akhirnya salat tarawih diperbolehkan lagi setelah tahun lalu benar-benar dilarang. Kami juga sudah punya tempat ibadah sendiri. Sayangnya, aku masih belum boleh ikut karena masih berada di masa isolasi,” cerita alumnus program studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Walaupun ia dan kawan-kawannya telah mendapatkan kemudahan dalam mengakses tempat beribadah, Adjar yang tergabung di perkumpulan mahasiswa Asia University Muslim menceritakan bahwa mereka tetap mengalami kendala. Salah satunya kesulitan mencari makanan halal. “Tempat kami kan berada di distrik pinggiran, bukan pusat. Jadi lebih sulit cari makanan yang sesuai untuk kami yang notabene warga muslim,” terangnya.

Bagi Adjar, puasa pertamanya di Taiwan saat ini tidak begitu berat. Selain karena saat ini sedang musim semi, pemerintah Taiwan sudah memperbolehkan kegiatan berkumpul. “Puasa di sini rasanya tidak begitu berat, sama seperti di Indonesia. Sama-sama 13 jam. Terus, di sini juga sudah boleh berkumpul walaupun masih harus pakai masker,” kisah Adjar.

Adjar mengaku tidak bisa menghindari homesick karena harus jauh dari keluarganya. Namun, keberadaan komunitas mahasiswa muslim di Asia University sedikit banyak dapat menjadi pelipurnya untuk tetap menjalani aktivitas perkuliahan. “Homesick pasti masih ada ya, walaupun saat di UMM juga merantau. Tapi teman-teman muslim di sini sangat baik dan ramah. Jadi tidak merasa terlalu kesepian,” pungkasnya. (diko)

Tags: Asia University TaiwanPuasa di TaiwanUMM
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

UMM-KEK Singhasari Jajaki Kerjasama dengan Pemerintah Western Australia
Berita

UMM-KEK Singhasari Jajaki Kerjasama dengan Pemerintah Western Australia

7 September, 2023
UMM Support Ratusan Unit Lampu Taman di Jalan Idjen Malang
Berita

UMM Support Ratusan Unit Lampu Taman di Jalan Idjen Malang

6 September, 2023
UMM Raih Penghargaan Penyelenggara terbaik PPG se-Indonesia
Berita

UMM Raih Penghargaan Penyelenggara terbaik PPG se-Indonesia

28 Agustus, 2023
Next Post
Nabi Muhammad SAW (24), Keluar dari Makkah

Nabi Muhammad SAW (24), Keluar dari Makkah

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In