• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Muhammadiyah Tidak Anti Budaya

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
14 Juni, 2021
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Selama ini banyak orang mengira kalau Muhammadiyah anti dengan kebudayaan lokal, sebaliknya justru sangat mengakomodir budaya global. Bisa dipastikan, orang yang beranggapan demikian sudah tentu belum pernah membaca putusan Muhammadiyah.

Sejak tahun 1995, masalah kebudayaan sudah dibahas bahkan mungkin jauh sebelum itu oleh Majelis Tarjih. Pembahasan tersebut terus bergulir pada Tanwir di Bali tahun 2002, di Makassar tahun 2003, di Mataram tahun 2004, dan di Malang tahun 2005 mengenai dakwah kultural. Majelis Tarjih menetapkan bahwa karya seni hukumnya mubah atau boleh. Dengan catatan tidak mengarah pada, fasad (kerusakan); dharar (bahaya); ‘isyan (kedurhakaan); dan ba’id ‘anillah (terjauhkan dari Allah SwT). Sehingga selama budaya tidak mengandung empat unsur tersebut pada dasarnya diperbolehkan.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Namun, pada banyak kasus budaya lokal yang ada dibeberapa daerah seringkali mencampuradukan nilai-nilai Islam dengan kepercayaan pada animisme dinamisme yang sarat akan kesyirikan dan bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid. Di sinilah peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang punya tanggungjawab untuk beramar ma’ruf nahi munkar, memberikan pemahaman dengan cara yang santun dan profesional.

Materi tersebut disampaikan oleh Ust. Budi Jaya Putra, S.Th.I., MH dalam diskusi mengenai Toleransi Muhammadiyah dalam Budaya Jawa yang diselenggarakan oleh IMM Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan, Ahad (13/6) secara daring melalui ruang Google Meet.

Dalam pemaparannya Ust. Budi yang juga aktif di Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah meminta agar kader IMM tidak anti kepada budaya, baik budaya lokal maupun global. Sebaliknya harus berperan aktif mengisi kebudayaan tersebut dengan hal-hal yang positif dan membawa kebaikan bagi dakwah Islam. (Diyan)

Tags: budayamuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
SMP Unggulan

Milad SMP Unggulan ‘Aisyiyah ke-9, Menebar Berkah di Tengah Wabah

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In