SURABAYA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah 26 Surabaya bekerja sama dengan Ikatan Wali Murid Muhammadiyah (IKWAM) menggelar ajang kreatifitas dan gelar karya yang dikemas dengan spektakuler bertajuk “Due Aksara” (Dua Enam Ajang Kreatifitas Siswa dan Gelar Karya).
Kegiatan tersebut berlangsung sejak bulan November hingga acara puncaknya pada tanggal 17-18 Desember 2022 di Grand City Surabaya yang merupakan salah satu program terbaru dari Kaur Kesiswaan dimana seluruh siswa siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti Future Carrer Planning (FCP) / Ekstrakulikuler akan dilombakan satu sama lain.
Guru SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Intan Gandiningtyas S.Pd. menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan keberanian, juga menunjukkan kemampuannya dalam bidang FCP yang diikuti siswa siswi SD Muhammadiyah 26 Surabaya.
“Sebelum acara puncak, ratusan siswa mengikuti babak penyisihan pada masing-masing perlombaan di FCP yang mereka ikuti”, terang Intan, Sabtu (17/12/2022).
Adapaun FCP yang dilombakan pada kegiatan tersebut terdiri dari FCP Akademik dan FCP Non Akademik. FCP Akademik terdiri dari FCP Sains, Matematika, English, Arabic serta Coding, sedangkan FCP Non Akademik terdiri dari FCP Olahraga (renang, panahan, futsal, badminton, softball), FCP Seni (lukis/mewarnai, musik, paduan suara, tari, gamelan, tahfidz, qira’ah, tapak suci) dan berbagai FCP lainnya.
“Pada babak penyisihan sangatlah sulit dan penuh ketegangan, karena dari sekian siswa pada setiap FCP nantinya akan diambil hanya beberapa siswa untuk dilombakan kembali pada final puncak acara Due Aksara di Grand City.
Tibalah puncak acara yang sangat menggemparkan karena menghadirkan sekitar 500 siswa siswi hebat SD Muhammadiyah 26 dengan berbagai bakat, kreatifitas serta karya”, imbuhnya.
Dilokasi yang sama, Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Yunita Puspitasari, S.Si, S.Pd. memaparkan, kegiatan tersebut merupakan wadah atau media untuk menyalurkan bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh siswa siswi SD Muhammadiyah 26 Surabaya.
“Siswa-siswi kami sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan dibuktikan ada banyak siswa yang mengikuti lomba lebih dari satu karena siswa tersebut mengikuti berbagai macam FCP yang kami fasilitaskan di sekolah”, ungkapnya.
“Tak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh orang tua yang selalu memberikan support kepada putra putrinya untuk mengikuti kegiatan tersebut sehingga kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Grand City ini bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Yunita berharap dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut siswa siswi kami berani untuk menampilkan segala bakat, kreatifitas, serta karya-karya yang dimilikinya.
Sementara itu, Pengawas SD Muhammadiyah 26 Surabaya Atiek Faroha, S.Pd. MM. sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, Sekolah Dasar Muhammadiyah 26 Surabaya telah lolos menjadi salah satu sekolah penggerak di Surabaya dan sekolah yang mengenakan kurikulum merdeka sekaligus memamerkan hasil karya siswa yang di gelar pada acara Due Aksara di selenggarakan di Mall Atrium Grand City Surabaya.
“Selamat kepada siswa-siswi hebat SD Muhammadiyah 26 Surabaya yang telah berprestasi dalam berbagai bidang FCP yang di fasilitasi oleh sekolah, semoga Sekolah Dasar Muhammadiyah 26 Surabaya bisa menjadi sekolah sorotan di seluruh kota Surabaya,” tuturnya.
Lanjut Atiek Faroha, tidak hanya menampilkan perlombaan FCP namun kegiatan tersebut juga menampilkan karya P-5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) siswa kelas 1 dan kelas 4 sebagai penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang menekankan adanya hasil proyek pembelajaran peserta didik sangat mendukung bagi perkembangan pola pikir anak tentunya dalam aspek berpikir kritis.
“Dengan demikian siswa kelas 1 dan kelas 4 memamerkan hasil karya P-5 yang telah selesai dibuat sejak beberapa bulan yang lalu untuk pertama kalinya sejak pemberlakuan Kurikulum Merdeka diawal tahun pelajaran 2022/2023.
Dalam Gelar Karya mengangkat tema “Kewirausahaan” dengan kegiatan membuat hasta karya Ecoprint untuk siswa kelas 4 dan pemanfaatan barang bekas untuk kelas 1”, pungkasnya.
Pada rentetan acara Due Aksara beberapa siswa kelas 1 dan kelas 4 berlenggak lenggok di atas panggung sambil membawa hasil karya P-5 yang telah dibuatnya selama beberapa bulan lalu.
Hasil karya yang di buat oleh siswa-siswi kelas 1 berbahan dasar dari barang bekas seperti, botol kaca bekas, kardus sepatu bekas, dan toples bekas yang disulap menjadi barang-barang cantik seperti vas bunga, kotak tisu, dan pernak pernik lainnya.
Sedangkan hasil karya yang di buat oleh siswa-siswi kelas 4 berupa kaos, tas, jilbab yang diberikan hiasan dengan teknik ecoprint. Teknik ecoprint ini adalah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik. Prinsip pembuatannya adalah, melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu.
Selaku Kaur Kesiswaan, ustadzah Ririn beserta crew acara Due Aksara merasa sangat bahagia sekali dikarenakan acara tersebut berjalan diluar ekspektasi rencana yang sudah disusun.
“Saya sangat berterima kasih sekali kepada semua guru dan karyawan yang telah membantu suksesnya acara hari ini, dimulai dari pembukaan acara, fashion gelar karya hingga beberapa tampilan lomba penyisian FCP dan ditutup dengan tampilan band dari siswa M26, saya berharap kekompakan guru karyawan ini tidak hanya pada event ini saja melainkan sampai ke event-event berikutnya”, tutupnya. (Yuda Panuluh)