• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Akar Historis Perempuan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
14 April, 2022
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perempuan Berkemajuan
Share

Akar Historis Perempuan Berkemajuan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Perempuan Berkemajuan sudah menjadi label dan sudah menjadi esensi dan hakikat kalau kita melihat perempuan Muhammadiyah. Peranan perempuan berkemajuan dalam ‘Aisyiyah tidak bisa terlepas dengan Muhammadiyah karena itu sudah menjadi pelaku perempuan amal usaha Muhammadiyah. Demikian kata Prof Dr Siti Chamamah Soeratno, MA dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 pada Kamis 14 April 2022.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Bagi fikrah Chamamah, Muhammadiyah sebagai organisasi mayarakat yang peduli dengan kebutuhan masyarakat. Artinya Muhammadiyah akan selalu mengawal masyarakat sampai pada puncak kebahagiaan. “Jadi dengan satu tema kerjanya, kegiatannya, itu untuk mengharapkan, membina, membentuk masyarakat yang bahagia secara total. Totalnya itu artinya segenap aspek kehidupan fiddunya wal akhirah. Jadi ya hidup sekarang dan hidup yang akan mendatang,” terangnya dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48.

Fondasi terpenting di sini adalah asas Islam yang meliputi prinsip Islam berkemajuan. Prinsip Islam berkemajuan berbasis rahmatan lil ‘alamin (untuk semua alam). Di sini hal utama yang harus dicapai adalah semua masyarakat harus bahagia total. Kunci dari Islam berkemajuan adalah kontekstual. Artinya semua kebutuhan harus sesuai dengan konteksnya.

Maka untuk memakai itu harus ada perubahan-perubahan nyata. Karenanya Muhammadiyah termasuk organisasi berlandaskan tajdid. Ada dua kata yang selalu dipakai oleh Muhammadiyah menurut Chamamah. Pertama, dakwah. Artinya mengajak untuk berbuat baik dan meninggalkan segala hal yang destruktif. Kedua, kalau berkembang menghasilkan masyarakat yang berubah, sehingga tuntutannya akan berubah.

Muhammadiyah memandang perempuan pada aspek kewajiban berdakwah amar makruf nahi munkar (QS ali-‘Imran [3]: 104). “Jadi Muhammadiyah itu inginnya berdakwah melalui Muhammadiyah, memilih Muhmammadiyah sebagai wahana dakwah untuk beramal karena Muhammadiyah lahirnya karena diadakan perintah Allah supaya mengadakan kelompok orang yang mengajak pada kebaikan,” tukasnya.

Akar historis perempuan berkemajuan menurut Chamamah ditinjau dari pelbagai segi berikut. Pertama menyampaikan islamisasi yang sangat dinamis. Kedua, semangat Islam menjiwai segenap aspek kehidupan. Ketiga berkemajuan yang terindikasi pada Islam sebagai agama yang tidak pernah berhenti dan terus bergerak maju melintasi zaman sekaligus selalu memiliki potensi-potensi unggul.

Chamamah turut jua memberikan bekal untuk menjadi perempuan berkemajuan.Dia memberikan beberapa poin penting yang bisa untuk dijadikan sebagai ruang refleksi dan evalusasi bersama dalam mengaktualisasikan harapan besar ini. Pertama, memiliki integritas. Kedua, komitmen Ketiga, militansi. Keempat, daya juang solidaritas atau ukhuwah. Kelima, wawasan luas (pandangan dunia Islami). Keenam, profesioanlitas berbasis ideologi gerakan yang menjiwai seluruh perilaku anggota (Cris)

Tags: AisyiyahmuhammadiyahPerempuan BerkemajuanSeminar Pra Muktamar
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Aisyiyah

‘Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Berkemajuan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In