Dinamika Klinik Muhammadiyah Blimbing, Dari Balkes hingga Klinik Pratama Rawat Inap
Oleh: Fathurrahim Syuhadi
Sejarah Singkat Klinik Muhammadiyah Blimbing
Klinik Muhammadiyah Blimbing berada di Letaknya di tepi pantai laut Jawa, Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Klinik ini berdiri pada tahun 1965 oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Blimbing dengan tempat praktek yang berpindah-pindah, dari pinjami tempat oleh warga Muhammadiyah sampai dengan sewa. Mula-mula bernama Pengobatan (BP) dan Rumah Bersalin (RB).
Saat ini Klinik Muhammadiyah Blimbing sudah bisa mandiri dan mengembangkan fasilitas yang dibutuhkan. Klinik Muhammadiyah Blimbing memiliki tanah hak milik Persyarikatan Muhammadiyah dengan ukuran luas lahan ± 1139 M² dan gedung 2 lantai. Lantai 1 bawah untuk pelayanan rawat jalan, sedangkan lantai 2 digunakan untuk layanan rawat inap.
Tanah yang digunakan untuk bangunan klinik sekitar 600an M2, sehingga masih bisa untuk menjadi klinik utama di masa yang akan datang.
Pengorbanan dan Perjuangan para pendiri pada saat itu sungguh luar biasa. Untuk dapat mendirikan dan mempertahankan BP/RB Muhammadiyah Blimbing para pendiri harus berjibaku dari mulai mencari tempa yang dapat disewakan untuk operasional BP/RB, menjadi pelaksana operasional, sampai pembantu medis ditangani sendiri untuk menjaga eksistensi BP/RB Muhammadiyah Blimbing.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Blimbing KH Umar Ali pada tahun 1989 mewakafkan sebagian tanahnya untuk pendirian gedung Klinik Muhammadiyah Pada proses pendirian gedung juga mendapat bantuan dari beberapa pihak sehingga sampai berdirilah sebuah gedung ditepi jalan raya deandles yang kemudian diberi nama “Balai Kesehatan Muhammadiyah Blimbing” dengan layanan BP, RB, BKIA.

Karena kebutuhan akan pelayanan kesehatan rawat inap sangat tinggi dan gedung yang ditempati tidak representative maka dalam rapat pengurus disepakati untuk pindah lokasi dengan sewa tanah dan bangunan akhirnya pada tahun 1998 dibukalah layanan klinik rawat inap dengan kapasitas 12 TT (Tempat Tidur)
Pada tahun 2010 diadakan pergantian Ketua Pelaksana dari H. Muzakki kepada Hendrix Irawan, SE,MM dan dibantu Wariono, S.Ag MPd.I sebagai wakil ketua. . Dari sinilah dimulai pembenahan yang signifikan terhadap pelaksanaan kinerja dan kerja BP/RB.
Menjadi Klinik Pratama Rawat Inap
Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi dengan sistem komputerisasi mulai dilaksanakan. Pada tahun 2012 terbitlah Keputusan Bupati Lamongan No. 445/362/Kep./413.215/2012 yang merupakan Ijin Operasional Baru yang berubah menjadi Klinik Pratama Rawat Inap Muhammadiyah Blimbing. Semua bisa berjalan dengan baik berkat support dari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.
Dengan didasari niat sunguh-sungguh dengan komitmen yang tinggi terhadap persyarikatan Muhammadiyah. Pembina, Pimpinan Klinik dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Blimbing berfikir lebih keras untuk dapat mengembangkan dan memajukan Klinik Muhammadiyah Blimbing dengan cara membeli tanah seluas ± 2.200 m2, sebagai lahan Relokasi Klinik Muhammadiyah Blimbing.
Ide revolusioner untuk membangun Klinik Muhammadiyah Blimbing berasal dari pelaksana awal BP/RB dan Pembina sekaligus Ketua PRM Blimbing H. Muhtadi Noor Asyari yang hanya dapat mengikuti peletakan batu pertama pendirian Klinik Muhammadiyah Blimbing kemudian dipanggil ke rahmatullah.
Pembangunan Klinik Muhammadiyah Blimbing yang berdiri diatas tanah yang sudah disertifikatkan atas nama Hak Milik Pimpinan Pusat Persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di Yogyakarta dengan Sertipikat No. 386. Adapun Pembangunan Klinik Muhammadiyah Blimbing menelan anggaran dana ± sebesar Rp. 1.988.328.975,- tahap pertama gedung induk dua tingkat depan dengan luas area yang dibangunan 450 m2. Alhamdulillah pada tahun 2018 sudah bisa ditempati dan dapat beroperasional di gedung baru.
Tujuan, Visi dan Misi Klinik Prama Rawat Inap
Tujuan Klinik Pratama Rawat Inap Muhammadiyah Blimbing adalah mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka terwujudnya masyarakat utama adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT melalui pendekatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara menyeluruh.
Visi Klinik Pratama Rawat Inap Muhammadiyah Blimbing yaitu terwujudnya Klinik Muhammadiyah Blimbing yang Profesional, Modern, dan Islami sebagai perwujudan Iman dan Ibadah kepada Allah SWT
Sedangkan Misi meliputi memberikan layanan kesehatan pada seluruh lapisan masyarakat sesuai standart mutu, terjangkau, dan paripurna. Selalu melakukan inovasi dalam pelayanan, fasilitas, dan sumber daya insani. Melaksanakan gerakan dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan mewujudkan citra Islami terhadap seluruh pelayanan, fasilitas, dan sumber daya insani
Klinik Pratama Rawat Inap Muhammadiyah Blimbing mempunyai slogan Kepuasan anda wujud ibadah kami
Jenis Layanan dan SDM
Dalam hal pelayanan Klinik muhammadiyah Blimbing dilihat dari kemampuan nya termasuk dalam katagori klinik pratama yang menyelenggarakan rawat inap. Dengan jenis layanan antara lain UGD, Rawat Jalan, Rawat Inap dan Home Care. Data kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap pada tahun 2021, yakni Rawat Jalan sebanyak 4.773 orang, sedangkan Rawat Inap sebanyak 314 orang
Terkait jenis Pelayanan meliputi Rawat Jalan terdiri dari poli umum, poli KIA, UGD dan RB. Rawat Inap meliputi Kelas III (Zam-Zam), Kelas II (Shofa), Kelas I (Sakinah), dan VIP (Mulatzam). Sedangkan Layanan Penunjang meliputi Laborat, Farmasi dan Rekam Medis. Kemudian layanan lainnya yakni Home Care
Untuk menjalankan Kinik ini dengan optimal telah digunakan Sumber Daya Insani sebanyak 18 orang yang meliputi Dokter Umum, Dokter Gigi, Perawat, Bidan, Apoteker, Analis, Keuangan, Administrasi, Sopir dan Kebersihan
Saat ini, struktur organisasi Klinik Prama Rawat Inap Blimbing dipimpin oleh Hendrix Irawan, SE MM sebagai MPKU, Drg. Shofinatul Firdaus sebagai Penanggung jawab Klinik dan Pimpinan dipercayakan kepada Sucipto, A.Md.Kep
Fathurrahim Syuhadi, Ketua MPK PDM Lamongan






